Jadikan Membaca sebagai Budaya

Standard

Baru-baru ini saya pernah membaca sebuah artikel bahwa di Indonesia minat membaca masih sangat rendah. Juga didapat data bahwa produksi buku di Indonesia dalam setahun masih jauh tertinggal bahkan dengan negara-negara tetangga. Hal ini tentu saja membuat miris mengingat buku adalah sumber utama pengetahuan. Pesatnya perkembangan teknologi juga semakin menurunkan minat baca media cetak yang kini semakin dilupakan. Banyak orang lebih suka menonton TV, video atau elektronik visual lainnya daripada membaca buku cetak.

Secara pribadi saya lebih suka membaca buku. Tapi itupun masih terbatas pada buku jenis fiksi. Saya suka bagaimana penulis menyampaikan kejadian-kejadian melalui sebuah tulisan dan membuat saya ikut terbawa kedalam ceritanya. Itu yang saya suka dari buku fiksi. Jika membaca buku non fiksi pun saya lebih suka membaca ensiklopedia yang sering didampingi dengan ilustrasi menarik. Tapi karena buku ensiklopedia seperti itu cenderung mahal saya pun jadi jarang membacanya dan hanya membaca jika menemukannya di perpustakaan yang ternyata juga jarang ditemukan.

Pertama kali saya mengetahui mata kuliah PBAC, saya tidak terlalu menaruh perhatian lebih atau bahkan ingin tahu lebih dalam mengenai mata kuliah ini. Tetapi setelah membaca pendahuluan kontrak kuliah dan pembahasan buku pada pertemuan pertama, saya jadi sadar begitu pentingnya buku bagi kita. Buku cetak memang merupakan sumber utama dalam pengetahuan. Meskipun sudah banyak media-media pendamping namun buku cetak tidak bisa dilepaskan seluruhnya dari proses belajar mengajar maupun belajar mandiri. Terbukti bahwa jika sedang mengerjakan sebuah makalah, tidak sedikit dosen yang menginginkan kami mencantumkan daftar pustaka yang bersumber dari buku. Itu menandakan bahwa buku cetak merupakan sumber paling terpercaya dalam mengambil hipotesis, pernyataan, teori dan sebagainya.

Sebagai mahasiswa membaca banyak buku tentunya menjadi kewajiban yang tidak bisa dipungkiri. Sebenarnya bukan mahasiswa pun semua orang disarankan untuk banyak membaca buku. Namun mahasiswa memiliki peran dalam masyarakat sebagai pelajar yang harus memiliki banyak pengetahuan untuk nantinya menjadi bekal saat terjun langsung ke masyarakat. Hal itu diperlukan karena banyaknya saingan di luar sana yang bukannya tidak mungkin memiliki banyak pengetahuan lebih dari kita. Oleh karena itu, kita harus berlomba-lomba untuk menimba ilmu atau pengetahuan yang bisa didapat salah satunya dari membaca buku.

Dari mata kuliah PBAC ini saya memiliki harapan untuk mendapatkan pengetahuan mengenai perkembangan buku cetak di Indonesia. Mengetahui bagaimana cara menulis buku khususnya buku teks pelajaran yang baik dan memenuhi standar. Agar diharapkan tidak ada lagi buku teks yang beredar di sekolah-sekolah dengan kualitas yang sebenarnya tidak layak uji, dengan isi yang tidak sesuai dengan sasaran dan sebagainya. Dan kita sebagai mahasiswa Teknologi Pendidikan akhirnya bisa menilai buku yang baik itu seperti apa.

Untuk mewujudkannya tentunya pertama-tama saya harus mengikuti perkuliahan mata kuliah PBAC 100% untuk memahami setiap materi yang dibahas setiap minggunya. Kehadiran yang maksimal diharapkan membuat saya tidak ketinggalan materi dan dapat mempelajarinya secara mendalam. Namun selain perkuliahan tatap muka, saya juga berusaha untuk terus mencari sumber bacaan pelajaran agar meningkatkan minat membaca saya dan tidak hanya cenderung membaca buku fiksi saja.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s